Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Sunnah Lengkap bersama Doa Niat

Tata Cara Mandi Wajib Sesuai Sunnah Lengkap bersama Doa Niat

Tata langkah mandi kudu baik sesudah berhubungan suami istri, haid, maupun nifas penting diketahui tiap Muslim. Sebab, suci dari hadas besar dan kecil merupakan syarat sahnya ibadah baik sholat, membaca Alquran maupun untuk beriktikaf. Dalil mandi junub atau mandi kudu itu termaktub dalam Alquran. Allah SWT berfirman: BACA JUGA: Tata Cara Mandi Wajib sesudah Nifas, Lengkap bersama Bacaan Niat يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَقْرَبُوا الصَّلَاةَ وَأَنتُمْ سُكَارَىٰ حَتَّىٰ تَعْلَمُوا مَا تَقُولُونَ وَلَا جُنُبًا إِلَّا عَابِرِي سَبِيلٍ حَتَّىٰ تَغْتَسِلُوا ۚ Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian jalankan salat di masjid dalam situasi mabuk, sebelum kalian memahami dan memahami apa yang kalian ucapkan.

Jangan pula kalian memasuki masjid dalam situasi junub, jikalau jikalau sekadar melintas tanpa maksud berdiam di dalamnya, hingga kalian mandi” (QS an-Nisaa: 4). BACA JUGA: Cara Tayamum untuk Menggantikan Mandi Wajib Tim Asatidz Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Muhammad Saiyid Mahadhir dalam kajiannya dikutip dari laman Rumah Fiqih menjelaskan, mandi kudu dijalankan jikalau seseorang punyai hadats besar supaya dapat kembali berada dalam kesucian.

Di antara hal yang dapat sebabkan seseorang diharuskan mandi kudu gara-gara berada dalam situasi hadats besar adalah sebagai berikut: 1. Keluar mani Mani itu adalah benda cair yang keluar dari kemaluan bersama aroma yang khas, agak amis, sedikit kental dan mudah mengering layaknya telur jikalau sudah mengering. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda: عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ أَنَّ أُمَّ سُلَيْمٍ -وَهِيَ اِمْرَأَةُ أَبِي طَلْحَةَ- قَالَتْ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ! إِنَّ اَللَّهَ لا يَسْتَحِي مِنْ اَلْحَقِّ فَهَلْ عَلَى اَلْمَرْأَةِ اَلْغُسْلُ إِذَا اِحْتَلَمَتْ ؟ قَالَ: نَعَمْ. إِذَا رَأَتِ الْمَاءَ Dari Ummi Salamah radhiyallahu anha bahwa Ummu Sulaim istri Abu Thalhah bertanya: “Ya Rasulullah sungguh Allah tidak malu jikalau berkaitan bersama kebenaran, apakah wanita kudu mandi jikalau bermimpi? Rasulullah SAW menjawab: “Ya, jikalau dia mendapati air mani tata cara mandi wajib “.

(HR. Bukhari dan Muslim). 2. Bertemunya dua kemaluan Ini adalah bahasa lain dari kegiatan sepasang suami istri, baik keluar mani atau tidak, yang memahami cuman bertemunya dua kemaluan, maka situasi itu sudah sebabkan seseorang kudu mandi. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: إِذَا الْتَقَى الخَتَاناَنِ أَوْ مَسَّ الخِتَانُ الخِتَانَ وَجَبَ “Bila dua kemaluan berjumpa atau jikalau kemaluan menyentuh kemaluan lainnya maka hal itu mewajibkan mandi janabah”. Lihat juga: Maudy Ayunda Kepanasan di Korea Selatan Bareng Suami, Netizen: Rambut Acak-acakan Masih Cantik

3. Keluarnya Haid Haid adalah darah yang kelur dari seorang perempuan, ini bertanda bahwa mereka sudah hingga umur, biasanya keluarnya diusia remaja, namun tidak sedikit meskipun tetap usia setingkat kelas empat Sekolah Dasar sebagaia dari mereka sudah mendapati darah haidh. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: إِذَا أَقْبَلَت ِالحَيْضُ فَدَعِي الصَّلاَةَ فَإِذَا ذَهَبَ قَدْرَهَا فَاغْسِلِي عَنْكِ الدَّمَ وَصَليِّ “Apa jikalau haidh tiba tingalkan shalat jikalau sudah selesai (dari haidh) maka mandilah dan shalatlah” (HR Bukhari dan Muslim) 4. Nifas Nifas adalah darah yang keluar mengiri keluarnya bayi juga darah yang keluar setelahnya. Keluarnya darah nifas ini mewajibkan mandi meskipun ternyata bayi yang dilahirkan dalam situasi meninggal dunia.

Yang memahami sesudah darah ini berhenti, maka bersegeralah untuk mandi, supaya dapat menjalankan kegiatan ibadah yang sepanjang ini tertinggal. 5. Melahirkan Sebagian ulama menilai bahwa melahirkan juga bagian dari hal yang mewajibkan seseorang mandi, meskipun melahirkannya tidak disertai nifas. 6. Meninggal dunia Ini adalah situasi paling akhir yang sebabkan seseorang kudu mandi, gara-gara sudah meninggal dunia dan tidak dapat untuk mandi sendri, maka kewajiban memandikan berada dipundak mereka yang tetap hidup.

Tata Cara Mandi Wajib Islam sudah mengatur teknis atau tata langkah mandi kudu sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah SAW sebagaimana disebutkan dalam hadits yang diriwayatkan Imam Bukhari: عَنْ عَائِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا اغْتَسَلَ مِنْ الْجَنَابَةِ بَدَأَ فَغَسَلَ يَدَيْهِ ثُمَّ يَتَوَضَّأُ كَمَا يَتَوَضَّأُ لِلصَّلَاةِ ثُمَّ يُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِي الْمَاءِ فَيُخَلِّلُ بِهَا أُصُولَ شَعَرِهِ ثُمَّ يَصُبُّ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ غُرَفٍ بِيَدَيْهِ ثُمَّ يُفِيضُ الْمَاءَ عَلَى جِلْدِهِ كُلِّهِ Dari Aisyah istri Nabi shallallahu alaihi wasallam, bahwa jikalau Nabi shallallahu alaihi wasallam mandi gara-gara janabat, beliau memulainya bersama membersihkan kedua telapak tangannya, kemudian berwudlu sebagaimana wudlu untuk shalat, kemudian memasukkan jari-jarinya ke dalam air selanjutnya menggosokkannya ke kulit kepalanya, kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya bersama cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengalirkan air ke semua kulitnya.” (HR. Bukhari) [No. 248 Fathul Bari] Shahih.

Ada tiga hal yang penting untuk diketahui dan pastinya kudu untuk dijalankan supaya kegiatan mandi kudu sah adalah: 1. Niat manjdi kudu 2. Menghilangkan najis yang menempel di badan (jika ada) 3. Meratakan air keseluruh tubuh Jika tigal hal ini dilakukan, maka mandi kudu yang dijalankan sudah sah, dan situasi hadats besar sudah hilang. Namun gara-gara kegiatan mandi ini adalah juga dalam ranah ibadah, untuk kesempurnaan ibadah mandi ini kudu memahami teknis detil mandi wajib. Niat Mandi Wajib Hal utama yang dijalankan pas mandi kudu adalah memahami bacaan niatnya. نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhan lillaahi ta’aala. Artinya: “Aku bermaksud mandi junub untuk menghilangkan hadas besar fardu gara-gara Allah ta’ala.” an haid” atau “Untuk menghilangkan nifas”. Berikut Tata Cara Mandi Wajib Lengkap sesuai Sunnah: 1. Membaca basmalah 2. Membaca tekad mandi wajib. 3. Mencuci kedua telapan tangan sebanyak tiga kali. 4. Mencuci kemaluan, untuk menghilangkan najis baik depan maupun belakang. 5. Berwudu layaknya wudu shalat 6. Mengambil air selanjutnya meggosokkan jari-jari ke sela-sela rambut hingga perihal kulit kepala dan jenggot (bagi yang ada). 7. Membasuh kepala tiga kali supaya dipastikan bahwa semua rambut dan kulit kepala terkena air. 8. Meratakan air keseluruh tubuh sambil menggosokkan tangan kesemua badan, dan diawali dari bagian badan sebelah kanan, tiga kali. 9. Gunakan Sabun dan Shampo Saat semua tahapan di atas sudah dilakukan, baru tahapan mandi dijalankan bersama langkah membersihkan semua bagian tubuh bersama sabun dan shampo terhadap bagian rambut. Sebagai catatan, pastikan menggunakan air yang bersih dan suci dikala mandi. Pastikan juga semua tubuh terguyur bersama air dan jangan menggunakan penutup kepala atau rambut. 10. Pindah dari tempat berdiri, selanjutnya membersihkan kedua kaki gara-gara dikhawatirkan bagian dalam telapak kaki tidak terkena air. Itulah tata langkah mandi kudu sesuai sunnah baik gara-gara keluar air mandi, berhubungan suami istri, haid maupun nifas.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *